Senin, 09 Februari 2026

Menanaamkan Karakter Melalui "Rasa Malu": Upacara Bendera Senin SMPN 3 Genteng

Mengawali pekan dengan semangat kedisiplinan, seluruh warga SMP Negeri 3 Genteng kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta staf tata usaha.
 

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Lulut Retno Dewi, S.Pd., memberikan amanat yang menyentuh sisi emosional dan karakter para siswa. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menumbuhkan budaya rasa malu sebagai fondasi pembentukan karakter remaja.

 

Menurut Ibu Lulut, rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah bentuk harga diri dan kontrol sosial yang kuat dalam diri seorang pelajar.

Dalam arahannya, beliau memberikan beberapa contoh sederhana namun mendalam yang harus mulai diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

  • Malu jika datang terlambat: Menghargai waktu adalah kunci kesuksesan.
  • Malu jika tidak belajar: Menyadari bahwa tugas utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu.
  • Malu jika melanggar tata tertib: Menjaga nama baik diri sendiri dan almamater.
  • Malu jika membuang sampah sembarangan: Menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai rumah kedua.

Kegiatan upacara ini diharapkan bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi menjadi momentum bagi siswa-siswi SMPN 3 Genteng untuk berefleksi. Dengan menumbuhkan nilai rasa malu terhadap hal yang buruk, diharapkan akan lahir generasi yang lebih berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab.