Selasa, 10 Februari 2026

Sambut Masa Depan, Siswa SMPN 3 Genteng Jelajahi Keahlian di SMKS Muhammadiyah 2 Genteng

Suasana penuh semangat menyelimuti kampus SMKS Muhammadiyah 2 Genteng pada Selasa, 10 Februari 2026. Sebanyak ratusan siswa-siswi kelas 9 dari SMPN 3 Genteng, didampingi oleh para wali kelas, hadir dalam rangka kegiatan kokurikuler untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan vokasi.
 

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala SMKS Muhammadiyah 2 Genteng, Bapak Tamyis Rosidi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat sejak dini agar para siswa siap menghadapi tantangan di masa depan.

Memasuki acara inti, para siswa diajak untuk "mengintip" serunya belajar di berbagai jurusan unggulan yang ada di SMKS Muhammadiyah 2 Genteng. Para siswa nampak antusias saat diperkenalkan dengan lima kompetensi keahlian:

  • Teknik Kendaraan Ringan (TKR): Bedah tuntas dunia otomotif roda empat.
  • Teknik Sepeda Motor (TSM): Spesialisasi teknologi motor terkini.
  • Teknik Elektronika Industri (TEI): Merakit masa depan melalui otomatisasi dan robotika.
  • Animasi: Wadah kreativitas visual dan seni digital.
  • Tata Boga: Mengasah keahlian kuliner profesional.
 

Setelah lelah berkeliling mengenal jurusan, para peserta beristirahat sejenak untuk menikmati hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama-sama. Momen ini menjadi ajang akrab antara siswa kedua sekolah.

Keseruan mencapai puncaknya di akhir acara dengan adanya pembagian door prize. Gelak tawa dan sorak sorai menyelimuti penutupan kegiatan kali ini, meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa kelas 9 SMPN 3 Genteng sebelum mereka kembali ke sekolah.


Senin, 09 Februari 2026

Menanaamkan Karakter Melalui "Rasa Malu": Upacara Bendera Senin SMPN 3 Genteng

Mengawali pekan dengan semangat kedisiplinan, seluruh warga SMP Negeri 3 Genteng kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, jajaran guru, serta staf tata usaha.
 

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Lulut Retno Dewi, S.Pd., memberikan amanat yang menyentuh sisi emosional dan karakter para siswa. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menumbuhkan budaya rasa malu sebagai fondasi pembentukan karakter remaja.

 

Menurut Ibu Lulut, rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah bentuk harga diri dan kontrol sosial yang kuat dalam diri seorang pelajar.

Dalam arahannya, beliau memberikan beberapa contoh sederhana namun mendalam yang harus mulai diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

  • Malu jika datang terlambat: Menghargai waktu adalah kunci kesuksesan.
  • Malu jika tidak belajar: Menyadari bahwa tugas utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu.
  • Malu jika melanggar tata tertib: Menjaga nama baik diri sendiri dan almamater.
  • Malu jika membuang sampah sembarangan: Menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai rumah kedua.

Kegiatan upacara ini diharapkan bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi menjadi momentum bagi siswa-siswi SMPN 3 Genteng untuk berefleksi. Dengan menumbuhkan nilai rasa malu terhadap hal yang buruk, diharapkan akan lahir generasi yang lebih berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab.